dari blok sebelah;
19 Sunnah Yang Jarang Dikerjakan Kaum Muslimin
Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Senin, 26
Januari 2015 | 15.29
Sunnah adalah
segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnah juga berarti
sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang
meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai
berikut:
1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai
Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu
Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian memakai sandal maka
dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri.
Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakaikeduanya sama
sekali.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu
Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu
Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallambersabda,“Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua
(dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat
menghitung pahala yang
akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan
tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu
Siwak)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu
Anha bahwa Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallambersabda,“Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana
untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga
bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku
niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat
hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat
berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak
memasuki rumah.
Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah
dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk
itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga
kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan
pahala yang sangat besar.
4. Shalat Istikharah
Diriwayatkan dari
Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata,
“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallammengajarkan kepada
kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau
mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)
Oleh karena itu,
lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam
shalat istikharah.
5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air
dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak TanganKetika Berwudhu
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu
Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallamberkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk
air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan
Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu
Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah
seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan
bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua
urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus
takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu
kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan
nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam
keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu
Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallamberbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika
tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya
meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat
Atau Terhindar Dari Bencana
Sujud ini hanya sekali
dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu
Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira
maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu
Majah).
9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur
Selesai Shalat Isya`
Hal ini berlaku jika
tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar,
mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur
sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.
10. Mengikuti Bacaan Muadzin
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu
Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka
ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah
kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat
kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah
merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan
aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan
wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)
11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan
Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu
Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallambersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala
di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan
bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat
undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk
melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata
mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka
datang meskipun dengan merangkak.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika
Bertamu
Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus
pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa
ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk.
Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak
bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, “Dan
jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih
suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)
Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali,
jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
12. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu
Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallambersabda, “Jika kalian hendak tidur, maka
hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca
basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya.
Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur
miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku
merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan
nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia
dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)
13. Meruqyah Diri Dan Keluarga
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu
Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu
Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit,
yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah
yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke
anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)
14. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu
Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan
namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau
membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua
pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu
kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari
keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.”(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
15. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu
Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang
yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang
yang tidak kamu kenal.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
Diriwayatkan
dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia
menuturkan, “Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada
mereka semua.”(HR. Muslim)
16. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi
Junub)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu
Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu
berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke airdan
membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya RasulullahShallallahu
Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya,
lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
17. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras
Saat Menjadi Makmum
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu
Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallambersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga
harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan
bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam sebuah riwayat
disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid
bergemuruh.
18. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir
Setelah Shalat
Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan,
“Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan,
mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan
shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai
melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)
Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih,
tahmid dan takbir setelah shalat.”
Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan
apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya
adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid
(Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu
komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu
komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat
perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak,
ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang
mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.
19. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat
Fardhu Atau Shalat Sunnah
Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu
Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallambersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah
pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang
lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka
hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu
Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di
belakang tongkat itu.” (HR.
Al-Bukhari)
Sunnah ini sering
diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah.
Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman
bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai
kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”
Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan
memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku
melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah RasulShallallahu
Alaihi wa Sallam.”
Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,meskipun amal itu
sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai
dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia
sangat bersungguh-sungguh.”
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan
mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami
bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.
Sumber
: http://www.eramuslim.com/
Related Articles
- Kami Merindukanmu ya Rasulullah..
- Tangisan Rasulullah SAW Akan Nasib Kaum Wanita
- Perintah Belajar Sejarah dalam Surat Al-Fatihah
- Apa Kata Ustadz Yusuf Mansyur tentang Manfaat Sedekah?
- Siapapun Bisa Sukses!
- Panggilan ‘Spesial’ untuk ‘Sahabat’
Popular post
- Tajwid (Hukum Mad)
- 10 Karakter atau Ciri Khas Pribadi Muslim Sejati.
- MP3 Murottal Per Halaman 8 Imam - Download GRATIS
- Tajwid ( Hukum Nun Mati atau Tanwin Berjumpa Dengan Huruf Hijaiyyah)
- 8 Keteladan Kepemimpinan Rasulullah Saw
- 19 Sunnah Yang Jarang Dikerjakan Kaum Muslimin
- Kota Pompeii Yang Dimusnahkan Akibat Merebaknya Praktek Zina
- Ayat - Software Al Qur'an Terlengkap
- Pendaftaran Beasiswa Turki Untuk Program Sarjana (S1) 2014
- Jangan Biasakan Meminta Oleh-oleh dari Teman yang Berpergian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar